Advertisements

Toko Madura Online Ads


Suami Betah di Rumah 600

2011, Tahun Terakhir Ekspansi Bintang Porno ke Indonesia?

0

2011, Tahun Terakhir Ekspansi

Tak terbantahkan lagi, kehadiran bintang porno merupakan cara yang dipakai produser untuk memancing penonton datang ke bioskop. Seperti tahun sebelumnya, tahun 2011 dunia film Indonesia juga kedatangan bintang porno dunia.

Sejumlah nama tenar di industri film porno seperti Miyabi, Tera Patrick, Rin Sakuragi pernah ‘mampir’ ke Indonesia lewat film horor berbumbu seks. Tahun ini, setidaknya tiga bintang porno kelas dunia hadir di Indonesia. Mereka adalah Sora Aoi, bintang porno asal Jepang, Sasha Grey, dan bintang porno yang tak lagi muda, Vicky Vette.

Sora yang bermain dalam Suster Keramas 2 dihadirkan untuk mengulangi sukses film sebelumnya yang diperani bintang porno lain, Rin Sakuragi dalam film Suster Keramas di awal 2008. Saat itu, filmSuster Keramas harus diakui mendulang sukses dengan raihan penonton yang banyak.

Bahkan, honor Sora digadang-gadang lebih mahal ketimbang bintang porno asal Jepang lainnya seperti Miyabi atau Rin Sakuragi. Maxima Pictures berani membayar Rp 2 miliar saat itu.

Tak mau kalah dengan Maxima, KK Dherajj mendatangkan Vicky Vette dan Sasha Grey di dua film yang berbeda. Vicky beradu akting dengan bintang asal Indonesia, Dewi Persik dan model syur asal Filipina, Misa Campo, di film Pacar Hantu Perawan. Sedangkan Sasha Grey, bermain dalam filmPocong Mandi Goyang Pinggul. Tak usah pikirkan arti judul film-film yang mereka bintangi. Apalagi dikaitkan dengan jalan cerita filmnya.

Jangan dulu bicara soal kualitas akting bintang porno itu. Karena biasanya mereka memang minim dialog dalam film porno yang mereka bintangi di negeri asalnya. Di Indonesia, tentu saja mereka tetap tampil seksi dan vulgar. Karena selain jual nama besar mereka di industri esek-esek, keseksian dan kevulgaran yang menjadi nilai jual film yang mereka bintangi.

Harus diakui, diawal tren bintang porno datang ke Indonesia, mereka mampu menyedot jutaan penonton. Tapi semakin banyak bintang porno yang datang justru penonton semakin berkurang. Ini bisa jadi pelecut bagi produser yang sering mendatangkan bintang film porno, Ody Mulya Hidayat dan KK Dheeraj bahwa tren atau trik mendatangkan bintang porno sudah tak ampuh lagi.

Tahun ini, penurunan penonton memang tak hanya dialami film bergenre horor seks saja, hampir semua genre film di Indonesia. Tapi kehadiran bintang porno sekaliber Sora Aoi, Vicky Vette dan Sasha Grey terbukti tetap tak mampu memancing penonton.

Menurut data dari situs filmindonesia, film yang mencapai raihan penonton tertinggi diraih Surat Kecil untuk Tuhan dengan 748.842 penonton. Disusul dengan Arwah Goyang Karawang (727.540), Get Married 3 (563.942), Tanda Tanya (552.612), Poconggg Juga Pocong (528.265), Di Bawah Lindungan Ka’bah (520.267), Purple Love (503.133), Tendangan dari Langit (491.077), Catatan Harian Si Boy(450.000), dan Kuntilanak Kesurupan (446.718).

Hal menarik dari fakta diatas adalah, bagi Ody Mulya dan Maxima, filmnya yang paling sukses tahun ini justru bukan film yang dibintangi bintang porno dan bukan filmnya yang bergenre horor. Film Maxima yang paling menyihir banyak penonton adalah film Poconggg Juga Pocong, film komedi yang diangkat dari novel laris karya Arief Muhammad.

Begitu juga dengan film yang dibintangi Sasha Grey dan Vicky Vette produksi K2K Production. Film horor paling menyedot penonton tahun ini justru ‘duet maut’ Julia Perez (Jupe) dan Dewi Persik (Depe) di film Arwah Goyang Karawang yang diproduseri Shanker RS.

Lalu, apakah tahun ini akan menjadi tahun terakhir ekspansi bintang porno di industri film Indonesia? Kita lihat saja nanti


Suami Betah di Rumah 600

Leave a Reply